Selasa, 13 November 2012

D u s t a



Kembang Setaman
jangan kau ulang lagi....
menimang wajah terlipat...meregangkan semua perdu berduri
aku tetap berjaga...dari debu jalang merobek rumah papan kita
kau berselingkuh dengan nanar mata indahmu..
sedangkan daun pandan masih tumbuh di halaman..
ceria....
aku basahi sepercik demi sepercik embun pagi
hingga batang bambu tak berderit tajam..
antara kau dan aku, biar saja menembus kebun bunga
kau berserai rambut wangimu...
memetik buah, sayur dan selaksa asa...sepi

namun hanya pagi yang tak bersyahwat dengan hatiku
kau terpelanting di sisi cakrawala
tempat singgah para dewa..bertabur kain sutra
aku dalam sepi...
hening...
tersudut...biar kupinang rembulan

SEMARANG 13 nov  12

Malam Dusta
tak mungkin malam berselimgkuh dusta
bila tidak kau sertakan berkeliling ujung langit...
tak mungkin bulan terdiam bisu
bila tak kau hardik...
dengan nyanyian sumbangmu...
aku disini menjadi saksi..
tentang kau yang bergincu suram
dan serapah melengking
meruntuhkan tebing kokoh...
meluruhkan kelambu kamar pengantin kita

jangan kau lempar sutra halus
yang menghangati ikatan mawar bunga
di kebun bunga milik kita berdua...

selaksa dusta menusuk jantungku

Semarang, 12 NOV 12